Oleh: demagogi21 | Desember 10, 2009

TAEKWONDO “FUNKY FIGHTER CLUB” BALIKPAPAN

TAEKWONDO “FUNKY FIGHTER CLUB”  BALIKPAPAN

Membuka pendaftaran Anggota Baru,
Membina Pribadi yang Dinamis, Sportif, Disiplin dan Bertanggung Jawab. Mencapai puncak prestasi bersama Taekwondo \”Funky Fighter Club\” Balikpapan, dibawah asuhan pelatih profesional.
Informasi lebih lanjut, SMS ke 08195006166.

Oleh: demagogi21 | Februari 9, 2009

Gaji Cuma Numpang Lewat?

Hey Kawan Pembaca Semua…, Apa Khabar?

Nih … ada yang mau saya bagi ke kalian…, simak ya…

Bila Anda :

  1. Harus tunggu gajian bila mau belanja kebutuhan,
  2. Tengah Bulan dompet Sudah terasa kering, (gajian masih lama ya?)
  3. Gaji anda Cuma numpang lewat untuk bayar tagihan bulan lalu,
  4. Terbelenggu dalam rutinitas yang membosankan, dan anda tdk bisa lepas dari itu semua karena tuntutan kebutuhan,
  5. Perlu tambahan modal usaha,
  6. Mau punya pasif income yang signifikan.
  7. Ingin Punya tabungan tak terduga,
  8. Ingin Punya lebih banyak waktu menikmati hidup,
  9. Belum pernah dan ingin punya bisnis sampingan yang menghasilkan
  10. Ingin mewujudkan impian2 anda selama ini.

Maka bergabunglah di program ini >>>>> ” Masa Bodo Ama Gaji “

Dengan melakukan 2 langkah mudah.., maka anda berkesempatan untuk bisa menikmati Hidup Lebih Nyaman…

Abaikan pesan ini untuk anda yang sudah “Kaya”.

Terimakasih…,

& Semoga Keberuntungan selalu menyertai Anda.

Regards
Juli

Oleh: demagogi21 | Februari 9, 2009

1001 Burung Kertas

Reo dan July adalah sepasang kekasih yang serasi walaupun keduanya berasal dari keluarga yang jauh berbeda latar belakangnya. Keluarga July berasal dari keluarga kaya raya dan serba berkecukupan, sedangkan keluarga Reo hanyalah keluarga seorang petani miskin yang menggantungkan kehidupannya pada tanah sewaan.
Dalam kehidupan mereka berdua, Reo sangat mencintai July. Reo telah melipat 1000 buah burung kertas untuk July dan July kemudian menggantungkan burung-burung kertas tersebut pada kamarnya. Dalam tiap burung kertas tersebut Reo telah menuliskan harapannya kepada July. Banyak sekali harapan yang telah Reo ungkapkan kepada July. �Semoga kita selalu saling mengasihi satu sama lain�,�Semoga Tuhan melindungi July dari bahaya�,�Semoga kita mendapatkan kehidupan yang bahagia�,dsb. Semua harapan itu telah disimbolkan dalam burung kertas yang diberikan kepada July.
Suatu hari Reo melipat burung kertasnya yang ke 1001. Burung itu dilipat dengan kertas transparan sehingga kelihatan sangat berbeda dengan burung-burung kertas yang lain. Ketika memberikan burung kertas ini, Reo berkata kepada July: � July, ini burung kertasku yang ke 1001. Dalam burung kertas ini aku mengharapkan adanya kejujuran dan keterbukaan antara aku dan kamu. Aku akan segera melamarmu dan kita akan segera menikah. Semoga kita dapat mencintai sampai kita menjadi kakek nenek dan sampai Tuhan memanggil kita berdua ! �
Saat mendengar Reo berkata demikian, menangislah July. Ia berkata kepada Reo : � Reo, senang sekali aku mendengar semua itu, tetapi aku sekarang telah memutuskan untuk tidak menikah denganmu karena aku butuh uang dan kekayaan seperti kata orang tuaku!� Saat mendengar itu Reo pun bak disambar geledek. Ia kemudian mulai marah kepada July. Ia mengatai July matre, orang tak berperasaan, kejam, dan sebagainya. Akhirnya Reo meninggalkan July menangis seorang diri.
Reo mulai terbakar semangatnya. Ia pun bertekad dalam dirinya bahwa ia harus sukses dan hidup berhasil. Sikap July dijadikannya cambuk untuk maju dan maju. Dalam Sebulan usaha Reo menunjukkan hasilnya. Ia diangkat menjadi kepala cabang di mana ia bekerja dan dalam setahun ia telah diangkat menjadi manajer sebuah perusahaan yang bonafide dan tak lama kemudian ia mempunyai 50% saham dari perusahaan itu. Sekarang tak seorangpun tak kenal Reo, ia adalah bintang kesuksesan.
Suatu hari Reo pun berkeliling kota dengan mobil barunya. Tiba-tiba dilihatnya sepasang suami-istri tua tengah berjalan di dalam derasnya hujan. Suami istri itu kelihatan lusuh dan tidak terawat. Reo pun penasaran dan mendekati suami istri itu dengan mobilnya dan ia mendapati bahwa suami istri itu adalah orang tua July. Reo mulai berpikir untuk memberi pelajaran kepada kedua orang itu, tetapi hati nuraninya melarangnya sangat kuat. Reo membatalkan niatnya dan ia membuntuti kemana perginya orang tua July.
Reo sangat terkejut ketika didapati orang tua July memasuki sebuah makam yang dipenuhi dengan burung kertas. Ia pun semakin terkejut ketika ia mendapati foto July dalam makam itu. Reo pun bergegas turun dari mobilnya dan berlari ke arah makam July untuk menemui orang tua July.
Orang tua July pun berkata kepada Reo :�Reo, sekarang kami jatuh miskin. Harta kami habis untuk biaya pengobatan July yang terkena kanker rahim ganas. July menitipkan sebuah surat kepada kami untuk diberikan kepadamu jika kami bertemu denganmu.� Orang tua July menyerahkan sepucuk surat kumal kepada Reo.
Reo membaca surat itu. �Reo, maafkan aku. Aku terpaksa membohongimu. Aku terkena kanker rahim ganas yang tak mungkin disembuhkan. Aku tak mungkin mengatakan hal ini saat itu, karena jika itu aku lakukan, aku akan membuatmu jatuh dalam kehidupan sentimentil yang penuh keputusasaan yang akan membawa hidupmu pada kehancuran. Aku tahu semua tabiatmu Reo, karena itu aku lakukan ini. Aku mencintaimu Reo…………………………..
July � Setelah membaca surat itu, menangislah Reo. Ia telah berprasangka terhadap July begitu kejamnya. Ia pun mulai merasakan betapa hati July teriris-iris ketika ia mencemoohnya, mengatainya matre, kejam dan tak berperasaan. Ia merasakan betapa July kesepian seorang diri dalam kesakitannya hingga maut menjemputnya, betapa July mengharapkan kehadirannya di saat-saat penuh penderitaan itu. Tetapi ia lebih memilih untuk menganggap July sebagai orang matre tak berperasan.July telah berkorban untuknya agar ia tidak jatuh dalam keputusasaan dan kehancuran.
Cinta bukanlah sebuah pelukan atau ciuman tetapi cinta adalah pengorbanan untuk orang yang sangat berarti bagi kita

Oleh: demagogi21 | Februari 9, 2009

Ingat bebek?


drop_ki-mizu

Ada seorang bocah laki-laki sedang berkunjung ke kakek dan neneknya dipertanian mereka. Dia mendapat sebuah katapel untuk bermain-main di hutan. Dia berlatih dan berlatih tetapi tidak pernah berhasil mengenai sasaran. Dengan kesal dia kembali pulang untuk makan malam. Pada waktu pulang, dilihatnya bebek peliharaan neneknya. Masih dalam keadaan kesal, dibidiknya bebek itu dikepala, matilah si bebek. Dia terperanjat dan sedih. Dengan panik, disembunyikannya bangkai bebek didalam timbunan kayu, dilihatnya ada kakak perempuannya mengawasi. Sally melihat semuanya, tetapi tidak berkata apapun. Setelah makan, nenek berkata, “Sally, cuci piring.” Tetapi Sally berkata, “Nenek, Johnny berkata bahwa dia ingin membantu didapur, bukankah demikian Johnny?” Dan Sally berbisik, “Ingat bebek?” Jadi Johnny mencuci piring. Kemudian kakek menawarkan bila anak-anak mau pergi memancing, dan nenek berkata, “Maafkan, tetapi aku perlu Sally untuk membantu menyiapkan makanan.” Tetapi Sally tersenyum dan berkata, “Tidak apa-apa, karena Johnny memberitahu kalau ingin membantu.” Kembali dia berbisik, “Ingat bebek?” Jadi Sally pergi memancing dan Johnny tinggal dirumah. Setelah beberapa hari Johnny mengerjakan tugas-tugasnya dan juga tugas-tugas Sally, akhirnya dia tidak dapat bertahan lagi. Ditemuinya nenek dan mengaku telah membunuh bebek neneknya dan meminta ampun. Nenek berlutut dan merangkulnya, katanya, “Sayangku, aku tahu. Tidakkah kau lihat, aku berdiri dijendela dan melihat semuanya. Karena aku mencintaimu, aku memaafkan. Hanya aku heran berapa lama engkau akan membiarkan Sally memanfaatkanmu.” Aku tidak tahu masa lalumu. Aku tidak tahu dosa apakah yang dilemparkan musuh kemukamu. Tetapi apapun itu, aku ingin memberitahu sesuatu. Tuhan juga selalu berdiri di’jendela’. Dan Dia melihat segalanya. Dan karena Dia mencintaimu, Dia akan mengampunimu bila engkau memintanya. Hanya Dia heran melihat berapa lama engkau membiarkan musuh memperbudakmu. Hal yang luar biasa adalah Dia tidak hanya mengampuni, tetapi Dia juga tidak mengingat-ingat lagi dosamu.”

Oleh: demagogi21 | November 27, 2008

Semangkuk Nasi Putih…..

Semangkuk Nasi Putih…..
(Based on True story)

Pada sebuah senja dua puluh tahun yang lalu, terdapat seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir didepan sebuah rumah makan cepat saji di kota metropolitan, menunggu sampai tamu direstoran sudah agak sepi, dengan sifat yang segan dan malu-malu dia masuk kedalam restoran tersebut.

“Tolong sajikan saya semangkuk nasi putih.” Dengan kepala menunduk pemuda ini berkata kepada pemilik rumah makan.

Sepasang suami istri muda pemilik rumah makan, memperhatikan pemuda ini hanya meminta semangkuk nasi putih dan tidak memesan lauk apapun, lalu menghidangkan semangkuk penuh nasi putih untuknya.

Ketika pemuda ini menerima nasi putih dan sedang membayar berkata dengan pelan :”dapatkah menyiram sedikit kuah sayur diatas nasi saya.”

Istri pemilik rumah berkata sambil tersenyum : “Ambil saja apa yang engkau suka, tidak perlu bayar!”

Sebelum habis makan, pemuda ini berpikir : “kuah sayur gratis.” Lalu memesan semangkuk lagi nasi putih.

“Semangkuk tidak cukup anak muda, kali ini saya akan berikan lebih banyak lagi nasinya.” Dengan tersenyum ramah pemilik rumah makan berkata kepada pemuda ini.

“Bukan, saya akan membawa pulang, besok akan membawa ke sekolah sebagai makan siang saya !”

Mendengar perkataan pemuda ini, pemilik rumah makan berpikir pemuda ini tentu dari keluarga miskin diluar kota, demi menuntut ilmu datang kekota, mencari uang sendiri untuk sekolah, kesulitan dalam keuangan itu sudah pasti. Berpikir sampai disitu pemilik rumah makan lalu menaruh sepotong daging dan sebutir telur disembunyikan dibawah nasi,
kemudian membungkus nasi tersebut sepintas terlihat hanya sebungkus nasi putih
saja dan memberikan kepada pemuda ini. Melihat perbuatannya, istrinya mengetahui suaminya sedang membantu pemuda ini, hanya dia tidak mengerti, kenapa daging dan telur disembunyikan dibawah nasi ?

Suaminya kemudian membisik kepadanya :
“Jika pemuda ini melihat kita menaruh laukdinasinya dia tentu akan merasa bahwa kita bersedekah kepadanya, harga dirinya pasti akan tersinggung lain kali dia tidak akan datang lagi, jika dia ketempat lain hanya membeli semangkuk nasi putih, mana ada gizi untuk bersekolah.”

“Engkau sungguh baik hati, sudah menolong orang
masih menjaga harga dirinya.”

“Jika saya tidak baik, apakah engkau akan menjadi
istriku ?” Sepasang suami istri muda ini merasa gembira dapat membantu orang lain.
“Terima kasih, saya sudah selesai makan.” Pemuda ini pamit kepada mereka. Ketika dia mengambil bungkusan nasinya, dia membalikan badan melihat dengan pandangan mata berterima kasih kepada mereka.

“Besok singgah lagi, engkau harus tetap bersemangat!” katanya sambil melambaikan tangan, dalam perkataannya bermaksud mengundang pemuda ini besok jangan segan-segan datang lagi. Sepasang mata pemuda ini berkaca-kaca terharu, mulai saat itu setiap sore pemuda ini singgah kerumah makan mereka, sama seperti biasa setiap hari hanya memakan semangkuk nasi putih dan membawa pulang sebungkus untuk bekal keesokan hari. Sudah pasti nasi yang dibawa pulang setiap hari terdapat lauk berbeda yang tersembunyi setiap hari, sampai pemuda ini tamat, selama 20 tahun pemuda ini tidak pernah muncul
lagi.

Pada suatu hari, ketika suami ini sudah berumur 50 tahun lebih, pemerintah melayangkan sebuah surat bahwa rumah makan mereka harus digusur, tiba-tiba
kehilangan mata pencaharian dan mengingat anak mereka yang disekolahkan diluar negeri yang perlu biaya setiap bulan membuat suami istri ini berpelukan menangis dengan panik.

Pada saat ini masuk seorang pemuda yang memakai pakaian bermerek kelihatannya seperti direktur dari kantor bonafid.

“Apa kabar?, saya adalah wakil direktur dari sebuah perusahaan, saya diperintah oleh direktur kami mengundang kalian membuka kantin di perusahaan kami, perusahaan kami telah menyediakan semuanya kalian hanya perlu membawa koki dan keahlian kalian kesana, keuntungannya akan dibagi 2 dengan perusahaan.”

“Siapakah direktur diperusahaan kamu ?, mengapa begitu baik terhadap kami? saya tidak ingat mengenal seorang yang begitu mulia!” sepasang suami istri ini berkata dengan terheran.

“Kalian adalah penolong dan kawan baik direktur kami, direktur kami paling suka makan telur dan dendeng buatan kalian, hanya itu yang saya tahu, yang lain setelah kalian bertemu dengannya dapat bertanya kepadanya.”

Akhirnya, pemuda yang hanya memakan semangkuk nasi putih ini muncul, setelah bersusah payah selama 20 tahun akhirnya pemuda ini dapat membangun kerajaaan bisnisnya dan sekarang menjadi seorang direktur yang sukses untuk kerajaan bisnisnya. Dia merasa kesuksesan pada saat ini adalah berkat bantuan sepasang suami istri ini, jika mereka tidak membantunya dia tidak mungkin akan dapat menyelesaikan kuliahnya dan menjadi sesukses sekarang. Setelah berbincang-bincang, suami istri ini pamit hendak meninggalkan kantornya. Pemuda ini berdiri dari kursi direkturnya dan dengan membungkuk dalam-dalam berkata kepada mereka :

“bersemangat ya !dikemudian hari perusahaan tergantung kepada kalian, sampai bertemu besok!” Kebaikan hati dan balas budi selamanya dalam kehidupan manusia adalah suatu perbuatan indah dan yang paling mengharukan.

TERHARU?, ayo mulai jangan sungkan untuk berbuat baik hariini…
You never know… what will happens tommorow?

Warm Regards

Juli Prastomo.

Oleh: demagogi21 | Oktober 31, 2008

Gratis Pake Fren

Tahukah Anda dengan menggunakan kartu Fren kita dapat melakukan
panggilan telepon gratis ke semua operator di seluruh Indonesia?
Mungkin ada beberapa web site yang menjual informasi ini, tetapi anda
bisa mendapatkan “Trik Rahasia Telepon Gratis Ke Semua Operator di
Seluruh Indonesia” ini dengan gratis dari blog ini.
Untuk membuktikan sediakan satu HP CDMA yang menggunakan FREN dengan
pulsa Rp. 0 (nol) milik anda, dan satu lagi HP FREN teman anda, pulsa
harus diatas Rp. 50.000,-
Kemudian lakukan 3 langkah ini dengan seksama (butuh ketelitian) :
1.Pastikan sinyal HP FREN anda Full, usahakan dekat pemancarnya FREN.
2.Dekatkan HP teman anda pada jarak 50 cm posisi sejajar saling
berhadapan. Setelah 2 langkah tersebut telah dilakukan dengan benar,
sekarang memasuki langkah ketiga yang sangat penting karena menentukan
keberhasilan anda bertelpon ria dengan gratis ke semua operator dalam
dan luar negeri.
3.Ucapkan: “FREN FREN pinjam handphonenya bentar aja… gw mo
telpon… pulsa lagi abis nih…penting banget….”

</center

Oleh: demagogi21 | Oktober 24, 2008

“ PENERIMAAN TANPA SYARAT ”

Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah

saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen

sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang

memilikinya.

Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama “Smiling”..

Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan memberikan senyumnya

kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi

mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan didepan

kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu

tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah.

Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami saya dan anak

bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi ke

restoran McDonald’s yang berada di sekitar kampus… Pagi itu udaranya

sangat dingin dan kering…! Sewaktu suami saya akan masuk dalam

antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si Bungsu

sambil mencari tempat duduk yang masih kosong.

Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak

setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang

semula antri dibelakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian.

Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat

mengapa mereka semua pada menyingkir ? Saat berbalik itulah saya membaui

suatu “bau badan kotor” yang cukup menyengat, dan… tepat di belakang

saya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil…! Saya

bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali…..

Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang

lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang

“tersenyum” kearah saya….

Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam… tapi juga memancarkan

kasih sayang…!

Ia menatap kearah saya, seolah ia meminta agar saya dapat menerima

‘kehadirannya’ ditempat itu… Ia menyapa “Good day..!” sambil tetap

tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk

membayar makanan yang akan dipesan. Secara spontan saya membalas

senyumnya, dan seketika teringat oleh saya ‘tugas’ yang diberikan oleh

dosen saya. Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh

berdiri di belakang temannya. Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua

itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah

“penolong”nya. Saya merasa sangat prihatin.. setelah mengetahui bahwa

ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka…,dan

kami bertiga tiba-2 saja sudah sampai didepan counter.

Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya

pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan… Lelaki

bermata biru segera memesan “Kopi saja, satu cangkir… Nona !”

Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh

mereka (sudah menjadi aturan direstoran disini, jika ingin duduk di

dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli

sesuatu). Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.

Tiba-2 saja saya diserang oleh rasa iba… membuat saya sempat terpaku

beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat

duduk yang jauh terpisah dari tamu-2 lainnya, yang hampir

semuanya…sedang mengamati mereka. Pada saat yang bersamaan, saya baru

menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju

ke diri saya…, dan pasti juga melihat semua ‘tindakan’ saya…

Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk

ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum…

dan minta diberikan dua paket makan pagi (diluar pesanan saya) dalam

nampan terpisah.

Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada

di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke meja/tempat

duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan lainnya

berjalan melingkari sudut kearah meja yang telah dipilih kedua lelaki

itu untuk beristirahat. .. saya letakkan nampan berisi makanan itu di

atas mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas punggung telapak tangan

dingin lelaki bemata biru itu, sambil saya berucap.. “makanan ini telah

saya pesan untuk kalian berdua….”

Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai

basah ber-kaca2… dan dia hanya mampu berkata “Terima kasih banyak,

nyonya….”

Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya

berkata… “Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian,

Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu

ketelinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian….”

Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk

lelaki kedua sambil terisak-isak. Saat itu ingin sekali saya merengkuh

kedua lelaki itu….

Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan

mereka… dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari

tempat duduk mereka. Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan

tangis saya sambil tersenyum dan berkata… “Sekarang saya tahu, kenapa

Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku…, yang pasti, untuk

memberikan ‘keteduhan’ bagi diriku dan anak-2ku…! ” Kami saling

berpegangan tangan beberapa saat…… dan saat itu kami benar-2

bersyukur dan menyadari,bahwa hanya karena ‘bisikanNYA’ lah kami telah

mampu memanfaatkan ‘kesempatan’ .. untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang

lain yang sedang sangat membutuhkan.

Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan

meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya… mereka

satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin ‘berjabat

tangan’ dengan kami… Salah satu diantaranya, seorang bapak, memegangi

tangan saya, dan berucap.. “tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang

mahal bagi kami semua yang berada disini…, jika suatu saat saya diberi

kesempatan olehNYA, saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan

tadi kepada kami…” Saya hanya bisa berucap “terimakasih” sambil

tersenyum. Sebelum beranjak meninggalkan restoran saya sempatkan untuk

melihat kearah kedua lelaki itu, dan seolah ada ‘magnit’ yang

menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh kearah kami sambil

tersenyum, lalu melambai-2kan tangannya kearah kami…! Dalam perjalanan

pulang saya merenungkan kembali apa yang telah saya lakukan terhadap

kedua orang tunawisma tadi, itu benar2 ‘tindakan’ yang tidak pernah

terpikir oleh saya dan sekaligus merupakan ‘hidayah’ bagi saya…,

maupun bagi orang-2 yang ada disekitar saya saat itu. Pengalaman hari

itu menunjukkan kepada saya betapa ‘kasih sayang’ Tuhan itu sangat

HANGAT dan INDAH sekali…!

Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan ‘cerita’ ini

ditangan saya. Saya menyerahkan ‘paper’ saya kepada dosen saya. Dan

keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya ke

depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata, “Bolehkah saya

membagikan ceritamu ini kepada yang lain?” dengan senang hati saya

mengiyakan. Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari

kelas untuk membacakan paper saya. Ia mulai membaca…. para siswapun

mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah

menjadi sunyi… Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam

membawakan ceritanya… membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah

itu seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung,

sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang didekat saya

diantaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya.

Diakhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya

dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis diakhir paper saya

… “Tersenyumlah dengan ‘HATImu’, dan kau akan mengetahui betapa

‘dahsyat’ dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu…”

Dengan caraNYA sendiri, Tuhan telah ‘menggunakan’ diri saya untuk

menyentuh orang-orang yang ada di McDonald’s, suamiku, anakku, guruku,

dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai

mahasiswi. Saya lulus… dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah

saya dapatkan di bangku kuliah manapun, yaitu : “PENERIMAAN TANPA

SYARAT”.

Banyak cerita tentang kasih sayang yang ditulis untuk bisa diresapi oleh

para pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat membaca dan memaknai

cerita ini diharapkan dapat mengambil pelajaran bagaimana cara….

MENCINTAI SESAMA, DENGAN MEMANFAATKAN SEDIKIT HARTA-BENDA ANG KITA MILIKI…, bukannya… MENCINTAI HARTA-BENDA YANG BUKAN ILIK KITA,…DENGAN MEMANFAATKAN SESAMA…!

Jika anda berpikir bahwa cerita ini telah menyentuh hati anda, teruskan

cerita ini kepada orang2 terdekat anda. Disini ada ‘malaikat’ yang akan

menyertai anda, agar setidaknya orang yang membaca cerita ini akan

tergerak hatinya untuk bisa berbuat sesuatu (sekecil apapun) bagi

sesama… yang sedang membutuhkan uluran tangannya… !

Orang bijak mengatakan :

- Banyak orang yang datang dan pergi dari kehidupanmu. .., tetapi hanya

‘sahabat yang bijak’ yang akan meninggalkan JEJAK di dalam hatimu.

- Untuk berinteraksi dengan dirimu, gunakan nalarmu… Tetapi untuk

berinteraksi dengan orang lain, gunakan HATImu…!

- Orang yang kehilangan uang, akan kehilangan banyak; Orang yang

kehilangan teman, akan kehilangan lebih banyak…! Tapi orang yang

kehilangan keyakinan, akan kehilangan semuanya..!

-Tuhan menjamin akan memberikan kepada setiap hewan makanan bagi mereka,

tetapi DIA tidak melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka,…

hewan itu tetap harus BERIKHTIAR untuk bisa mendapatkannya.

-Orang-orang muda yang ‘cantik’ adalah hasil kerja alam, tetapi

orang-orang tua yang ‘cantik’ adalah hasil karya seni…. Belajarlah

dari PENGALAMAN MEREKA, karena engkau tidak dapat hidup cukup lama untuk

bisa mendapatkan semua itu dari pengalaman dirimu sendiri.

Regards

Juli Prastomo

Demagogi21@yahoo.com

Oleh: demagogi21 | Oktober 22, 2008

Beban

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen F.
Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para
siswanya: “Seberapa berat menurut anda kira-kira segelas air ini?”
Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. “Ini bukanlah
masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda
memegangnya, ” kata Covey.

“Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya
memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika
saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus
memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi
semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat.”
“Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak
akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya,”
lanjut Covey. “Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas
tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi.” Kita harus
meninggalkan beban kita secara periodic, agar kita dapat lebih segar
dan mampu membawanya lagi. Jadi sebelum pulang ke rumah dari
pekerjaan sore ini, tinggalkan beban tersebut.”
“Bukan beban berat yang membuat kita Stress, tetapi lamanya kita
memikul beban tersebut.”

Regards
Juli Prastomo
demagogi21@yahoo.com

Oleh: demagogi21 | Oktober 20, 2008

Bahasa Inggris Sering Dianggap Sulit, Why

Bahasa inggris itu termasuk pelajaran yang di anggap sulit oleh banyak orang karena bahasa inggris mempunyai struktur yang berbeda dengan bahasa Indonesia dan tidak serumpun. Sehingga kita tak cukup hanya mengganti kata-katanya, tidak cukup juga untuk menterjemahkan bahasa inggris ke Indonesia walau kita pegang kamus lengkap tebal dan mahal seperti yang telah saya tuliskan sebelumnya di blog ini.

Misalnya begini:
Mau bilang “buku kuning” bukan “book yellow”, tetapi harus dibalik menjadi “yellow book”. Kan pusing kita bolak balik terus )

Contoh lainnya:
Saya pergi ke Bali tahun lalu. Bukan = I GO to Bali last year. Benar = I WENT to Bali last year

Untuk waktu yang lain kata kerjanya (pergi) pakai go, waktu lampau pakai went. Beda aturan mainnya. Itulah yang membuat beberapa orang merasakannya sulit. Kalau bahasa Indonesia ke bahasa jawa, kan tinggal ganti kata-katanya saja. Bisa demikian karena strukturnya sama (serumpun). Apa kabar? piye kabare? hehe..

Nah, sekali kita menguasi dan dapat membedaakan tata bahasa inggris dengan cepat, maka kecepatan kita untuk mempelajari bahasa inggris ini akan meningkat tajam, melesat cepat, jika diiringi dengan BANYAK PRAKTEK tentu saja.

Oleh: demagogi21 | Oktober 10, 2008

JANGAN DULU BERPRASANGKA BURUK SAMA BUAH PETE / PETAI

JANGAN DULU BERPRASANGKA BURUK SAMA BUAH PETE / PETAI

Kita semua pasti mengenal bahwa Petai (Pete) sebagai buah yang membuat bau mulut dan bau kentut sangat tidak sedap.(jaim dan rugi kalo ga kenal pete mah..)
Tapi mungkin banyak diantara kita tidak mengetahui bahwa pete mengandung 3 macam gula alami yaitu sukrosa, fruktosa dan glukosa yang dikombinasikan dengan serat (kalo yang ga tau istilah2 kedokteran lo tanya aja dah ma dokter/suster yang lo kenal, gue juga ga tau, yang jelas bae dah…hehehehe)
Kombinasi kandungan ini mampu memberikan dorongan tenaga yang instan, namun cukup lama dan cukup besar efeknya. Riset membuktikan dua porsi pete mampu memberikan tenaga yang cukup untuk melakukan aktivitas berat selama 90 menit(swear ini bukan gue nyang ngomong, tapi dokter..percaya dah..sumpah pocong juga gue ga berani..hehehehe)
Makanya jangan heran jika pete adalah buah yang disukai oleh para atlet top ( bayangin kalo sazkia mecca makan pete, atau madonna???aduh apa yang terjadi yah??wait2..ade ray makan pete juga gak yah????)
Penelitian juga membuktikan bahwa pete tidak hanya memberikan energi, namun juga mampu mencegah bahkan mengatasi beberapa macam penyakit dan kondisi buruk (ayo..yang penyakitan, telen dah pete banyak2..mabok2 mabok dah lo..)
Ini membuat pete menjadi salah satu makanan penting dalam makanan keseharian kita( congratulation with PETE..hehehehe..ternyata ada kelebihan juga lo TE..PETE..)

JANGAN LUPA YE, BELI PETE NYANG BANYAK…KALO PERLU TANEM POON NYE..!!

Regards
Juli Prastomo
Demagogi21@yahoo.com

Oleh: demagogi21 | Oktober 7, 2008

Kisah Alergi Hidup

Kisah Alergi Hidup

Seorang pria mendatangi seorang Guru. Katanya : “Guru, saya sudah bosan hidup. Benar-benar jenuh. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu gagal. Saya ingin mati”.

Sang Guru tersenyum : “Oh, kamu sakit..”.

“Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati”.

Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Guru meneruskan : “Kamu sakit. Penyakitmu itu bernama “Alergi Hidup”.
Ya, kamu alergi terhadap kehidupan. Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan ini mengalir terus, tetapi kita menginginkan keadaan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit.
Penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit. Usaha pasti ada pasang-surutnya. Dalam berumah-tangga, pertengkaran kecil itu memang wajar. Persahabatan pun tidak selalu langgeng. Apa sih yang abadi dalam hidup ini ? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita”.

“Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu benar-benar bertekad ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku”, kata sang Guru.

“Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup lebih lama lagi”, pria itu menolak tawaran sang Guru.

“Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati ?”, tanya Guru.

“Ya, memang saya sudah bosan hidup”, jawab pria itu lagi.

“Baiklah. Kalau begitu besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini… Malam nanti, minumlah separuh isi botol ini. Sedangkan separuh sisanya kau minum besok sore jam enam. Maka esok jam delapan malam kau akan mati dengan tenang”.

Kini, giliran pria itu menjadi bingung. Sebelumnya, semua Guru yang ia datangi selalu berupaya untuk memberikan semangat hidup. Namun, Guru yang satu ini aneh. Alih-alih memberi semangat hidup, malah menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.

Setibanya di rumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut “obat” oleh sang Guru tadi. Lalu, ia merasakan ketenangan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai ! Tinggal satu malam dan satu hari ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah.

Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu yang tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Ini adalah malam terakhirnya. Ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya amat harmonis. Sebelum tidur, ia mencium istrinya dan berbisik, “Sayang, aku mencintaimu”. Sekali lagi, karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis.

Esoknya, sehabis bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Setengah jam kemudian ia kembali ke rumah, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat dua cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Sang istripun merasa aneh sekali dan berkata : “Sayang…, apa yang terjadi hari ini ? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku sayang”.

Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, “Hari ini, Bos kita kok aneh ya ?” Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan menghargai terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.

Pulang ke rumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya sambil berkata : “Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu”. Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan : “Ayah, maafkan kami semua. Selama ini, ayah selalu tertekan karena perilaku kami”.

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya ?

Ia mendatangi sang Guru lagi. Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi dan berkata : “Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh. Apabila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan”.

Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Konon, ia masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian.
Itulah sebabnya, ia selalu bahagia…, selalu tenang…, selalu Hidup….

Salam
Juli Prastomo
Demagogi21@yahoo.com

Oleh: demagogi21 | Oktober 7, 2008

Gaji Papa Berapa?

Air mata saya menetes ketika sedang membaca artikel ini, tapi ternyata saya tidak bisa membendung air mata ini akhirnya saya menangis juga, karena sangat terharu sekali. Artikel ini sangat menyentuh lubuk hati saya yang paling dalam & menyadarkan saya akan sangat berharganya buah hati saya dirumah yang sangat membutuhkan kasih sayang & perhatian dari ayahnya.


Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta,
tiba di rumahnya pada pukul 9 malam.
Tidak seperti biasanya, Sarah, putra pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD
membukakan pintu untuknya.
Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.
“Kok, belum tidur ?” sapa Andrew sambil mencium anaknya.
Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan
baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.

Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga,
Sarah menjawab, “Aku nunggu Papa pulang.
Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?”
“Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?”
“Ah, enggak. Pengen tahu aja” ucap Sarah singkat.

“Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam
dan dibayar Rp. 400.000,-.
Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja.Sabtu dan Minggu libur,
kadang Sabtu Papa masih lembur.
Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?”

Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementara
Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi.
Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian,
Sarah berlari mengikutinya. “Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,-untuk 10 jam,
berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000,- dong” katanya.

“Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur” perintah Andrew. Tetapi Sarah tidak beranjak.
Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,
Sarah kembali bertanya, “Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?”
“Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini ?
Papa capek. Dan mau mandi dulu.
“Tidurlah”.
“Tapi Papa…”
Kesabaran Andrew pun habis. “Papa bilang tidur !” hardiknya mengejutkan Sarah.

Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya..
Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya.
Ia pun menengok Sarah di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur.
Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya.

Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu,
Andrew berkata, “Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah.
Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini ?
Kalau mau beli mainan, besokkan bisa.
Jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih” jawab Andrew

“Papa,aku enggak minta uang.
Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau
sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini”.
“lya, iya, tapi buat apa ?” tanya Andrew lembut.

“Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit aja.
Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga.
Jadi, aku mau ganti waktu Papa.
Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp.40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-.
Tapi duit tabunganku kurang Rp.5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa” kata Sarah polos..

Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata.
Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru sambil meneteskan air mata ..
Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini,
tidak cukup untuk “membeli” kebahagiaan anaknya.

“Bagi dunia kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah dunianya”

 

 

Oleh: demagogi21 | September 30, 2008

Hp sapa ni???

sekumpulan pria berada di ruang ganti di salah satu tempat gym terkemuka dan eksklusif di pusat kota. Tiba-tiba terdengar deringan HP di penjuru ruangan itu. Salah satu dari pria itu menjawab panggilan tersebut dan terjadilah obrolan berikut:

“Hallo?”

“Abang, ini ayang.”

“Eemmmmm…”

“Abang masih di tempat gym ya?”

“Iya…”

“Ayang sekarang lagi ada di shopping complex dekat tempat gym abang. Ayang liat Louis Vuitton punya koleksi tas baru. Harganya murah kok, cuma Rp 7.000.000 aja… Boleh beli nggak, Bang?”

“O.K, belilah kalau kamu sudah sangat menyukainya.”

“Ahhhhh… thanks abang, dan tadi sebelon ayang datang ke sini, ayang ada singgah ke pameran mobil dan ngeliat mobil Mercedes terbaru. Ayang suka banget dengan modelnya, dan ayang juga sudah ngobrol dengan penjualnya dan dia setuju mau kasi good price. Lagian kan bagus juga kalo mobil BMW yang kita beli tahun lalu itu ditukar dengan yang baru.”

“Berapa harga yang dia kasih?”

“Lagi harga promo, jadi Cuma Rp 550 juta aja, bang…”

“Oke… pastikan harga itu sudah ‘on the road’.”

Great, ada 1 lagi, bang.”

“Apa?”

“Tadi pagi ayang iseng-iseng singgah ke agent real estate dan ternyata rumah yang kita liat kemarin-kemaren itu ternyata dijual..!!! Abang ingat ga?? Rumah seluas 1000 meter di Kebayoran Baru yang ada kolam renang berbentuk love, trus ada taman orchidnya di belakang rumah yang berhadapan dengan lapangan tennis itu, dan yang garasinya muat 4 mobil itu… Cantik kan bang?”

“Berapa harga yang mereka minta?”

“Cuma Rp 10 milyar saja. Oke kan harganya, dan ayang liat kalo tabungan abang cukup buat beli itu.”

“Baguslah kalau begitu. Kalo kamu bisa tawar jadi Rp 8,5 milyar silakan aja…”

“OK abang sayang, terima kasih bang. kita jumpa nanti malam ya?? I luv u.”

“Bye… I luv u too.”

Pria itu berhenti ngomong dan menutup flip HP-nya. Sambil mengangkat tangan dan memegang HP itu, dia bertanya pada orang-orang yang di ruangan tersebut dan dengan suara keras dia bilang gini:

“ADA YANG TAU NGGAK, HANDPHONE INI SIAPA YANG PUNYA ???”

 

 

Serius amat Bacanya…

Have a nice day.

 

Juli Prastomo

demagogi21@yahoo.com

Oleh: demagogi21 | September 27, 2008

Doa Anak-anak Saya

Doa Anak-anak Saya


Dua anak saya, usia SD dan balita, tak bisa tidur dan makan tanpa lebih dulu mengerjakan kebiasaannya: berdoa. Selapar dan sengantuk apapun, mereka selalu menyempatkan berdoa. ”Biar tidak mimpi buruk,” kata si SD pada adiknya, jika mereka hendak tidur. ”Biar tidak diganggu setan,” jika keduanya hendak makan.

Cerita ini saya tulis bukan untuk membuktikan betapa saleh keluarga kami, melainkan untuk menegaskan betapa dibanding orang tua, anak-anak sering jauh lebih setia pada komitmen moralnya. Di sebuah gerai fast food yang sangat sibuk, ketika kami sekeluarga tengah begitu laparnya, kelaparan yang membuat nama Tuhan tak kami ingat lagi, si balita, dengan muka pucat dan mulut cadelnya yang gemetar menahan lapar, ngotot untuk tetap berdoa. Tempat yang semula hiruk pikuk itu terasa sepi seketika. Sepi oleh rasa malu yang menampar wajah saya, bapak anak ini.

Pertama, malu, bahwa doa itu lebih mereka dapat dari sekolah, katimbang dari kami, orang tuanya. Si SD lah yang membawa doa itu ke rumah, si balita menirunya dan kami sekadar menjaga dan mengingatkannya. Kedua, malu terhadap kemampuan kami yang cuma sebagai pengingat itu sementara kami sendiri sering lupa mengerjakan hal serupa.

Malu berikutnya jauh lebih serius. Betapa anak-anak itu bisa demikian kokoh dalam menjaga kewajibannya. Sekali meneken kontrak kesanggupan, mereka akan mematuhinya sepenuh hati. Dan dampaknya sungguh membuat saya iri. Sekecil itu, mereka bahkan telah sanggup membuat jarak yang jelas dengan setan. Di dua kegiatan utamanya, makan dan tidur, mereka jelas-jelas sudah menolak bersinggungan dengan setan.

Sementara tidur saya? Aduh, sambil tidur, tak jarang kepala ini sesak oleh rencana dead line, penuh oleh judul-judul berita, keluhan-keluhan hidup, dan tegang oleh perhitungan-perhitungan hari depan. Mata memang terpejam, tapi sesak di kepala itu membuat si tidur tak lebih adalah anyaman kegelisahan. Buntutnya? Nama Tuhan nyelip di gelap malam.

Lalu mutu makan apa pula ini, yang sambil mengunyah pun dering telepon terus menyalak di sana-sini. Telepon yang di meja, yang di saku. Semua dering itu menguntit bagai hantu. Jika ia berupa dering kegembiraan, kita bisa lupa lapar, lupa waktu. Jika ia berupa dering masalah, sama saja makan juga bisa terhenti sebelum waktu. Buntutnya serupa pula, untuk berdoa, serasa tak lagi ada waktu. Jika sikap makan dan sikap tidur pun sudah begini tidak bermutu, lalu kualitas hidup seperti apa pula yang saya punya.

Daftar malu berikutnya, jauh lebih serius lagi. Betapa ketulusan anak dalam menunaikan kewajibannya dengan cara yang bebas prasangka itu, dengan kepatuhan sempurna itu, malah makin menegaskan aib orang tuanya belaka. Betapa saya ini, di depan mereka, tak lebih dari Pendeta Durna saja, yang dengan gagah menyuruh muridnya, Bima, meningkatkan mutu hidup dengan cara yang mustahill, mencari sarang angin. Sementara Sang Bima benar-benar memperoleh apa yang dicarinya, Si Durna justru terbuka kedoknya sebagai pendeta bermasalah.

Sayalah Durna itu. Yang di tengah keluarga pun, mata ini masih sering kelayapan melihat wanita-wanita cantik di sekitar. Apalagi di tempat-tempat umum, sekarang banyak wanita yang terang-terangan menonjolkan dadanya, memamerkan putih lengannya dan membuka pusernya. Betapa berat mengingat nama Tuhan di wilayah semacam ini.

Dengan mutu hanya sekelas ini, mendadak saya bisa berlagak menjadi orang tua yang saleh. Yang marah ketika anak-anak lupa berdoa, lupa menaruh rasa hormat dan gagal berbakti pada orang tuanya. Sementara anak-anak itu betul-betul patuh dengan kewajibannya, sementara mereka sedang menuju menjadi Bima, orang tua ini, masih terhenti di sini, tertahan sebagai Durna belaka.

 

Salam…

 

Juli Prastomo

demagogi21@yahoo.com

 

 

Oleh: demagogi21 | September 26, 2008

Malaikat Untuk mu

Suatu hari seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Dia bertanya kepada Tuhan:

“Para malaikat disini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup di sana, saya begitu kecil dan lemah?”

 

Tuhan menjawab: “Aku telah memilih satu malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu.”

 

“Tapi di sini, di dalam surga, apa yang pernah saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini sudah cukup bagi saya untuk bahagia.”

 

“Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari. Dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih bahagia.”

 

“Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku jika saya tidak mengerti bahasa mereka?”

 

“Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa yang paling indah yang pernah kamu dengar, dan dengan penuh kesabaran dan perhatian, dia akan mengajarkan bagaimana cara berbicara.”

 

“Apa yang akan saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadaMu?”

 

“Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara berdoa.”

 

“Saya mendengar di bumi banyak orang jahat. Siapa yang akan melindungi saya?”

“Malaikatmu akan melindungimu, walaupun hal itu mungkin akan mengancam jiwanya.”

 

“Tapi, saya pasti akan merasa sedih karena tidak melihatMu lagi.”

“Malaikat akan menceritakan kepadamu tentang-Ku dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku akan selalu berada di sisimu.”

 

Saat itu surga begitu tenangnya sehingga suara dari bumi dapat terdengar, dan sang bayi bertanya perlahan, “Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberitahuku nama malaikat tersebut?”

 

“Kamu akan memanggil malaikatmu, IBU

 ***

(Sayangi Ibumu… Maka do’amu akan terkabul)

Regards…

Juli Prastomo

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.